Cara Menggunakan Google Trends untuk YouTube
Google Trends adalah alat gratis dari Google untuk melihat apa yang sedang dicari orang di YouTube secara langsung. Bagi pemilik channel YouTube tanpa wajah (faceless channel) yang mengandalkan penonton dari hasil pencarian, memahami apa yang dicari penonton adalah cara untuk mempertahankan jumlah penonton dan nilai iklan yang stabil. Tulisan ini menjelaskan cara memakai Google Trends untuk membuat strategi video YouTube yang berumur panjang dan berguna.
Perbedaan pencarian web Google dan pencarian YouTube di Google Trends
Banyak pemilik channel membuat kesalahan dengan melihat data dari "Penelusuran Web" (Web Search). Orang yang mencari di Google biasa berbeda dengan orang yang mencari di YouTube. Di Google biasa, orang mencari informasi tulisan atau berita cepat. Di YouTube, orang mencari video seperti panduan, hiburan, atau ulasan.
Untuk mencari ide video, Anda harus mengganti pilihan ke "Penelusuran YouTube". Pilihan ini menyaring data yang hanya ada di YouTube. Cara ini membuat data lebih akurat dan sesuai dengan apa yang ditonton orang di YouTube. Langkah ini membantu Anda menghindari data yang salah dari pembaca artikel dan memastikan topik pilihan Anda punya banyak penonton.
Cara membaca data tren YouTube untuk menemukan ide video tanpa wajah
Membuat video tanpa wajah membutuhkan topik yang dicari terus-menerus agar YouTube menyebarkan video Anda secara rutin. Google Trends memakai angka 0 sampai 100. Angka 100 artinya topik itu sangat populer, sedangkan 50 artinya kepopulerannya setengah dari nilai maksimal.
Mengidentifikasi pencarian breakout untuk video berita atau tren viral
Pada bagian "Kueri Terkait" (Related Queries), Anda sering melihat tulisan "Pesat" atau "Breakout". Arti dari "Breakout" adalah pencarian untuk kata itu naik sangat cepat dalam waktu singkat.
Bagi channel tanpa wajah yang membahas berita atau teknologi terbaru, pencarian breakout ini adalah kesempatan bagus. Jika Anda membuat video tentang topik ini dalam waktu 24 jam, video Anda bisa muncul di halaman depan YouTube. Ini bisa mendatangkan banyak penonton dengan cepat sebelum kompetisi menjadi ramai.
Menggunakan filter waktu untuk memisahkan tren musiman dan topik evergreen
Filter waktu membantu Anda membedakan video musiman dengan video yang selalu dicari orang. Ubah setelan waktu ke "5 Tahun Terakhir" untuk melihat pola pencarian jangka panjang.
Topik musiman punya grafik yang naik turun pada bulan yang sama setiap tahun. Contohnya adalah pencarian "ide jualan takjil" yang hanya ramai saat bulan Ramadan. Topik evergreen seperti "cara mengatur keuangan" memiliki grafik yang rata dan stabil sepanjang tahun. Untuk menjaga pendapatan iklan, buatlah 70% video dengan topik evergreen dan 30% video dengan topik musiman.
Strategi riset kata kunci dengan fitur perbandingan di Google Trends
Fitur perbandingan (Comparison) di Google Trends berguna untuk membandingkan lima kata kunci sekaligus. Anda bisa melihat topik mana yang paling banyak dicari untuk dibuat videonya terlebih dahulu.
Membandingkan jumlah pencarian antara dua topik
Jika Anda bingung memilih antara dua topik, masukkan kedua kata kunci tersebut di kolom perbandingan. Atur pilihan ke "Penelusuran YouTube" dan waktu ke "12 Bulan Terakhir".
Misalnya Anda membandingkan topik "Belajar Python" dengan "Belajar JavaScript". Jika grafik "Belajar Python" berada di atas "Belajar JavaScript", artinya peminat tutorial Python di YouTube lebih banyak. Membuat video dengan pencarian yang tinggi mempermudah video Anda ditonton oleh lebih banyak orang.
Melihat asal daerah penonton untuk target yang lebih tepat
Google Trends menunjukkan wilayah asal orang yang mencari kata kunci tersebut. Data ini penting bagi pemilik channel tanpa wajah untuk menentukan target penonton.
Jika channel Anda memakai bahasa Inggris dan mengincar penonton dari negara dengan nilai iklan tinggi seperti Amerika Serikat, Anda bisa menyaring pencarian ke negara tersebut. Jika topik keuangan tertentu sangat ramai di wilayah California, Anda bisa membuat video yang membahas aturan keuangan di California. Hal ini membuat video Anda lebih cocok untuk penonton di sana dan meningkatkan pendapatan iklan Anda.
Cara memasukkan kata kunci ke dalam informasi video
Menemukan tren baru merupakan langkah awal. Langkah berikutnya adalah memasukkan kata kunci dari Google Trends ke dalam judul, deskripsi, dan tag video Anda tanpa berlebihan.
Menulis judul video berdasarkan pencarian yang naik
Saat membuat judul, pakai kata kunci yang sedang naik di Google Trends. Letakkan kata kunci tersebut di bagian depan judul agar mudah dibaca oleh sistem YouTube dan penonton di HP.
Misalnya, jika pencarian "AI pembuat video otomatis" sedang naik, gunakan kalimat tersebut di dalam judul. Anda bisa menulis judul seperti: "Cara Memakai AI Pembuat Video Otomatis untuk Faceless Channel". Judul ini menggunakan kata kunci yang dicari orang sekaligus menarik perhatian penonton untuk mengeklik video tersebut.
Menulis deskripsi dan tag video yang tepat
Deskripsi video adalah tempat untuk menjelaskan isi video Anda. Tulis deskripsi minimal 250 kata dan masukkan kata kunci terkait pada bagian awal deskripsi. YouTube membaca bagian ini untuk memahami isi video Anda.
Gunakan juga kata kunci lain yang mirip di dalam paragraf deskripsi untuk memperjelas topik video. Masukkan kata kunci yang lebih panjang ke bagian tag video. Meskipun tag tidak sepenting judul dan deskripsi, mengisi tag dengan kata kunci yang sedang tren membantu sistem YouTube menyarankan video Anda di sebelah video lain yang sejenis.
Jika Anda ingin mempelajari cara membuat video tanpa wajah dengan lebih jelas, Anda bisa membaca panduan lengkap di Ebook Evergreen & Trends dari Mas Gadong.