Kelebihan dan Kekurangan Channel Faceless
Membuat channel YouTube tanpa wajah (faceless channel) adalah pilihan bisnis yang populer saat ini. Di sini, Anda tidak perlu menunjukkan wajah di depan kamera. Sebagai gantinya, video Anda menggunakan suara pengisi (voice over), video stok, dan gambar untuk menyampaikan informasi. Model ini sering dipakai untuk niche sejarah, keuangan, sains, atau pengembangan diri. Sebelum Anda memulai dan mengeluarkan modal, Anda harus tahu apa saja keuntungan dan kerugian dari bisnis ini.
Kelebihan channel faceless di YouTube
Channel faceless menawarkan cara kerja yang efisien untuk Anda yang melihat YouTube sebagai tempat mencari uang, bukan tempat mencari ketenaran pribadi.
Bisnis mudah diperbesar tanpa personal branding
Keuntungan utama channel faceless adalah Anda bisa membuat banyak channel sekaligus. Pada channel biasa, Anda adalah wajah dari channel tersebut. Jika Anda sakit atau sibuk, pembuatan video akan berhenti. Pada channel faceless, penonton fokus pada topik dan kualitas informasi. Anda bisa mengelola banyak channel dalam berbagai topik tanpa harus merekam diri sendiri. Semua pekerjaan pembuatan video juga bisa Anda berikan kepada tim lain.
Sistem kerja otomatisasi yang rapi
Anda bisa menerapkan sistem YouTube Automation pada channel jenis ini. Proses pembuatan video dibagi menjadi beberapa bagian yang bisa dikerjakan oleh orang lain secara terpisah:
- Menulis naskah: Fokus pada cara membuat penonton betah menonton video sejak detik pertama.
- Mengisi suara: Menggunakan jasa pengisi suara agar suara di video terdengar bagus.
- Mengedit video: Menggabungkan video stok dan efek suara agar video menarik.
- Membuat thumbnail: Membuat gambar sampul yang menarik perhatian penonton agar mereka mau mengeklik video.
Dengan pembagian tugas ini, pembuatan video bisa berjalan teratur seperti pabrik.
Mudah dijual kembali sebagai aset bisnis
Channel faceless adalah aset bisnis yang mudah dijual kembali. Penonton subscribe karena menyukai informasi di dalam video. Mereka tidak peduli siapa pemilik channel tersebut. Oleh karena itu, Anda bisa menjual channel ini di situs seperti Flippa. Pembeli biasanya menyukai channel faceless karena mereka bisa langsung melanjutkan operasional channel tanpa takut kehilangan penonton setelah pergantian pemilik. Sumber uang dari channel ini juga banyak, seperti dari iklan AdSense, jualan produk digital, dan program afiliasi.
Menjangkau penonton luar negeri dengan pendapatan lebih besar
Channel faceless memudahkan Anda menjangkau penonton di negara dengan nilai iklan tinggi seperti Amerika Serikat atau Inggris. Anda cukup menulis naskah dalam bahasa Inggris dan membayar pengisi suara dari negara tersebut. Cara ini menghasilkan uang yang lebih banyak dibanding membuat video berbahasa Indonesia dengan jumlah penonton yang sama.
Kekurangan channel faceless
Meskipun bisa menghasilkan uang yang banyak, channel faceless memiliki beberapa kelemahan yang harus Anda antisipasi agar channel Anda tidak berhenti di tengah jalan.
Sulit membangun kedekatan dengan penonton
Orang lebih mudah menyukai video jika mereka bisa melihat wajah, mata, dan gerakan tubuh pembawa acara. Karena channel faceless tidak menampilkan wajah, Anda akan kesulitan membuat penonton menjadi pengikut setia. Penonton hanya datang untuk mencari informasi, lalu langsung pergi. Banyak dari mereka yang bahkan tidak ingat nama channel Anda. Hal ini membuat jumlah subscriber tumbuh lebih lambat dibanding channel yang menampilkan wajah.
Risiko hak cipta dan aturan konten berulang
YouTube sangat ketat soal aturan konten berulang (reused content). Banyak channel faceless gagal mendaftar monetisasi karena terlalu banyak menggunakan video stok gratis tanpa editan yang kreatif. Menggunakan suara robot atau kecerdasan buatan yang terdengar kaku juga sering membuat channel Anda ditolak oleh YouTube. Untuk aman dari masalah ini, Anda sebaiknya menggunakan suara manusia asli dan mengedit video dengan gaya Anda sendiri.
Biaya awal untuk membayar tim cukup mahal
Menyerahkan pembuatan video kepada orang lain membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk membuat satu video berdurasi 10 menit yang bagus, Anda harus membayar penulis naskah, pengisi suara, dan editor video. Jika Anda tidak memiliki modal yang cukup di awal, kualitas video Anda akan buruk. Video yang buruk akan sulit mendapatkan rekomendasi dari sistem YouTube.
Sangat bergantung pada sistem rekomendasi YouTube
Channel faceless sangat bergantung pada angka statistik di YouTube, seperti rasio klik (CTR) dan durasi tonton rata-rata. Anda tidak memiliki penggemar setia yang akan menonton setiap video baru Anda. Artinya, setiap video baru harus bersaing dari awal di halaman rekomendasi YouTube. Jika topik yang Anda pilih kurang menarik atau gambar sampulnya buruk, video tersebut akan sepi penonton karena tidak ada orang yang mencari nama channel Anda secara sengaja.
Cara memaksimalkan channel faceless agar penonton betah
Untuk mengatasi masalah ini, buatlah video yang topiknya selalu dicari orang sepanjang waktu (evergreen). Tulis naskah dengan gaya bercerita yang menarik sejak 30 detik pertama agar penonton tidak langsung menutup video Anda. Gunakan gambar, grafik, dan efek suara yang pas agar video tidak terasa membosankan meskipun tanpa wajah manusia. Anda juga harus menggunakan video atau gambar yang memiliki izin resmi agar tidak terkena masalah hak cipta nanti. Jika Anda mengelola channel ini dengan serius, Anda bisa mendapatkan penghasilan rutin yang stabil.
Jika Anda ingin mempelajari panduan lengkap dan cara membangun sistem otomatisasi YouTube yang bisa menghasilkan uang, Anda bisa membaca Ebook Evergreen & Trends dari Mas Gadong.